tempat coretannya Dinta Ulinta

inilah tempat dimana saya bisa mengekspresikan apa yang ingin saya tulis :)

Jumat, 22 Februari 2013

Tantangan Tenaga Administrasi Di Era Globalisasi


artikel pelayanan prima


 
1. Pengertian Pelayanan Prima
Pada hakikatnya, pengertian pelayanan prima adalah salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk melayani pembeli (pelanggan) dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dan memenuhi kebutuhan serta keinginan pelanggan, baik yang berupa produk barang atau jasa.
Definisi Pelayanan prima adalah pelayanan terbaik yang diberikan perusahaan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan, baik pelanggan didalam perusahaan maupun diluar perusahaan.
Secara sederhana, pelayanan prima (excellent service) dapat diartikan sebagai suatu pelayanan yang terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain, pelayanan prima merupakan suatu pelayanan yang memenuhi standar kualitas. Pelayanan yang memenuhi standar kualitas adalah suatu pelayanan yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pelanggan/masyarakat.
Dalam pelayanan prima terdapat dua elemen yang saling berkaitan, yaitu pelayanan dan kualitas. Kedua elemen tersebut sangat penting untuk diperhatikan oleh tenaga pelayanan (penjual, pedagang, pelayan, atau salesman). Konsep pelayanan prima dapat diterapkan pada berbagai organisasi, instansi, pemerintah, ataupun perusahaan bisnis.
Perlu diketahui bahwa kemajuan yang dicapai oleh suatu negara tercermin dari satandar pelayanan yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya. Negara-negara yang tergolong miskin pada umumnya kualitas pelayanan yang diberikan di bawah standar minimal. Pada negara-negara berkembang kualitas pelayanan telah memenuhi standar minimal. Sedangkan di negara-negara maju kualitas pelayanan terhadap rakyatnya di atas standar minimal.
Terdapat beberapa definisi tentang kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh para ahli. Dan dari sejumlah definisi tersebut terdapat beberapa kesamaan, yaitu:
  1. kualitas merupakan usaha untuk memenuhi harapan pelanggan
  2. kualitas merupakan kondisi mutu yang setiap saat mengalami perubahan
  3. kualitas itu mencakup proses, produk, barang, jasa, manusia, dan lingkungan
  4. kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
Vincent Gespersz menyatakan bahwa kualitas pelayanan meliputi dimensi-dimensi sebagai berikut:
  • Ketepatan waktu pelayanan berkaitan dengan waktu tunggu dan proses.
  • Kualitas pelayanan berkaitan dengan akurasi atau kepetatan pelayanan.
  • Kualitas pelayanan berkaitan dengan kesopanan dan keramahan pelaku bisnis.
  • Kualitas pelayanan berkaitan dengan tanggung jawab dalam penanganan keluhan pelanggan.
  • Kualitas pelayanan berkaitan dengan sedikit banyaknya petugas yang melayani serta fasilitas pendukung lainnya.
  • Kualitas pelayanan berkaitan dengan lokasi, ruangan tempat pelayanan, tempat parkir, ketersediaan informasi, dan petunujuk/panduan lainnya.
  • Kualitas pelayanan berhubungan dengan kondisi lingkungan, kebersihan, ruang tunggu, fasilitas musik, AC, alat komunikasi, dan lain-lain.
2.  Sejarah Perkembangan Pelayanan Prima  
Menurut Garvin dalam bukunya, Managing Quality, menyebutkan bahwa kualitas sebagai suatu konsep telah lama dikenal orang, akan tetapi kemunculannya sebagai fungsi manajemen terjadi belum lama ini. Menurutnya, bahwa konsep dan pendekatan kualitas mengalami tahap-tahap perkembangan, antara lain pendekatan inspeksi, pengendalian kualitas statistikal, jaminan kualitas, dan manajemen kualitas strategic.
Tahapan perkembangan kualitas tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.       Pendekatan inspeksi
Dalam era ini inspeksi atau pengawasan terhadap produk dilakukan secara langsung dan dibandingkan dengan standar yang seragam. Sejak awal abad ke-20 kegiatan inspeksi dikaitkan dengan pengendalian kualitas. Pada waktu itu kualitas dipandang sebagai fungsi manajemen tersendiri.
2.       Pendekatan statistikal
Gerakan penilaian kualitas yang menggunakan pendekatan ilmiah untuk pertama kalinya berlangsung pada tahun 1931, yaitu dengan dipublikasikannya hasil karya W.A. Shewhart,seorang peneliti kualitas dari Bell Telephone Laboratories. Ia menyebutkan bahwa variabilitas merupakan suatu kenyataan dalam industri dan hal ini dapat dipahami dengan menggunakan prinsip probabilitas dan statistik.
Dua rekan Shewart mengembangkan teknik statistik untuk melakukan sampling sejumlah item yang terbatas di setiap kelompok produksi. Sasarannya adalah untuk melakukan trade-off antara biaya tinggi akibat inspeksi 100% dengan resiko dari salah satu keadaan berikut:
  • Menerima suatu kelompok produk yang sesungguhnya terdiri dari item-item yang rusak dalam presentasi tinggi, dan
  • Menolak suatu kelompok produk yang sesungguhnya memenuhi standar kualitas.
3.       Pendekatan jaminan kualitas
Dalam era ini terdapat pengembangan empat konsep baru yang penting, yaitu
  • Biaya kualitas
  • Pengendalian kualitas terpadu (totalquality control),
  • Reliability engineering, dan
  • Zero defect.
a. Biaya kualitas adalah istilah yang diciptakan oleh Yoseph Juran untuk menjawab pertanyaan “seberapa besar kualitas dirasa cukup?”. Dan Menurutnya, biaya untuk mencapai tingkat kualitas tertentu dapat dibagi menjadi biaya yang dapat dihindari dan biaya yang tak dapat dihindari.
  • Biaya yang tak dapat dihindari dikaitkan dengan inspeksi dan pengendalian kualitas yang dirancang untuk mencegah terjadinya kerusakan (defects).
  • Biaya yang dapat dihindari adalah biaya kegagalan produk yang meliputi bahan baku yang rusak, jam kerja yang digunakan untuk perbaikan, pemrosesan keluhan, dan kerugian finansial akibat pelanggan yang kecewa.
Implikasi pandangan Juran ini adalah bahwa pengeluaran tambahan untuk perbaikan kualitas dapat dijustifikasi selama biaya kegagalan masih tinggi.
b. Total Quality Control (TQC) merupakan hasil pemikiran Armand Feigenbaum yang dikemukakannya pada tahun 1965. Menurut pendapatnya bahwa pengendalian dimulai dari perancangan produk dan berakhir jika produk telah sampai ke tangan pelanggan yang puas. Prinsip utamanya adalah quality is every body’s job.
Ia menyatakan bahwa kegiatan kualitas dapat dikelompokkan kedalam tiga kategori, yaitu:
  • Pengendalian rancangan baru
  • Pengendalian bahan baku yang baru datang
  • Pengendalian produk
Sistem kualitas saat ini juga memasukkan pengembangan produk baru, seleksi pemasok, dan pelayanan pelanggan.
c. Reability engineering muncul pada tahun 1950-an, yang didorong oleh kebutuhan Angkatan Bersenjata Amerika untuk memiliki peralatan elektronik dan senjata udara yang dapat diandalkan, bekerja dengan baik, serta menghindari kebutuhan untuk penggantian suku cadang yang mahal.
d. Zero defects pertama kali dimunculkan oleh Martin Company pada tahun 1961-1962. Konsep ini timbul karena kebutuhan pelanggan militer akan produk yang tidak hanya bekerja baik pada saat pertama kali, tetapi juga diserahkan tepat waktu.
Konsep zero defects lebih dipusatkan pada harapan manajemen dan hubungan antar pribadi dari pada keterampilan rekayasa. Tujuan utamanya adalah mengharapkan kesempurnaan pada saat pertama dan fokusnya pada identifikasi masalah pada sumbernya dengan perhatian khusus untuk mengoreksi  penyebab umum kesalahan karyawan, seperti kurang pengetahuan, kurangya fasilitas yang tepat, kurangnya perhatian, kesadaran, dan motivasi karyawan.
Menurut konsep zero defects kesalahan- kesalahan yang disebabkan oleh :
  • Kurangnya pengetahuan dapat diatasi dengan menggunakan teknik-teknik pelatihan modern.
  • Kurangnya fasilitas yang memadai dapat diatasi dengan survey pabrik dan peralatan secara periodic.
  • kurangnya perhatian merupakan kesalahan yang paling sulit untuk dideteksi.
Olah karena itu, perlu diatasi dengan program zero defects. Era ketiga konsep manajemen kualitas ini menendai titik balik yang nenentukan. Konsep ini menaruh perhatian utama pada pelanggan dan inisiatif karyawan sebagai masukan penting bagi program peningkatan kualitas. Gerakan manajemen kualitas dengan penekanan pada pelanggan muncul hampir bersamaan dengan pemikiran dan konsep baru tentang manajemen sumber daya manusia, konsep ini mendorong manajer (pimpinan) untuk menawarkan wewenang yang lebih besar kepada karyawan, seperti strategi zero defects yang berfokus pada motivasi dan inisiatif karyawan.
4.       Pendekatan manajemen kualitas strategis
Untuk memberikan gambaran tentang pendekatan manajemen kualitas strategis, berikut ini akan dikemukan pengalaman-pengalaman perusahaan Jepang dan perusahaan Amerika dan Eropa.
a. Pengalaman perusahaan Jepang
Beberapa inovasi dilakukan oleh para ahli Jepang, seperti Diagram Sebab-Akibat hasil pemikiran Kooru Ishikawa (1952), gugus kendali mutu (1962), company wide quality control (1968), dan quality function deployment (1972).
Gugus kendali mutu terdiri dari kelompok-kelompok kecil karyawan yang dilatih keterampilan dalam menangani kualitas. Mereka didorong untuk mengambil inisiatif dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta mengusulkan perbaikan pada manajemen.
Companywide quality control pada dasarnya merupakan perluasan dari ide TQC yang dikemukakan oleh Feingenbaum. Adapun komponennya adalah sebagai berikut.
  • Keterlibatan semua fungsi dan bidang dalam peningkatan kualitas pelayanan.
  • Keterlibatan semua level dan manajemen puncak sampai karyawan front-line dalam memperhatikan kualitas pelayanan.
  • Filosofi perbaikan kualitas secara berkesinambungan.
  • Orientasi pada pelanggan karena kualitas ditentukan dari sudut pandang pelanggan atau masyarakat.
b. Pengalaman perusahaan Amerika dan Eropa
Menjelang awal tahun 1980-an perusahaan-perusahaan dikawasan Amerika dan Eropa mulai menyadari pentingnya peranan strategis kualitas yang telah diadopsi jepang selama lebih dari satu decade sebelumnya.
Kesadaran ini muncul terutama karena tekanan persaingan dari produk industri Jepang yang memiliki keunggulan dalam kualitas. Sedikitnya ada tiga buku yang mendapat perhatian dan minat ahli manajemen terhadap kualitas selama decade 1980-an. Yang pertama  adalah buku yang berjudul  Quality is Free (1979) hasil karya PhilipCrosbyyang menyatakan bahwa kualitas yang sempurna mencakup dua hal, yaitu tepat secara teknis dan layak secara ekonomis.
Buku yang kedua adalah In Search of Excellence (1982) hasil karya Tom Peters dan Robert Waterman yang menyoroti perusahaan-perusahaan Amerika yang sukses dan mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilannya.
Buku yang ketiga adalah Managing Quality (1988) karangan David Garvin  yang memberikan tinjauan terhadap evolusi sejarah kualitas, sehingga memberikan pemahaman menyeluruh mengenai mengenai kualitas dari perspektif filosofi ekonomi dan pemasaran dengan menyajikan contoh-contoh penting dari industri yang berbeda.
5.       Obsesi kualitas menyeluruh
Selain keempat era yang dikemukakan oleh Garvin tersebut, Christopher Lovelock menambahkan era kelima, yaitu obsesi kualitas menyeluruh  (Total Quality Obsession). Tahun 1987 dipandang sebagai awal dari era kualitas kelima ini.
Pada bulan Agustus 1987 Konggres Amerika memberikan penghargaan Malcolm Balrige National Award kepada kedua perusahaan pada setiap kategori: fanufactur, jasa dan usaha kecil. Sasaran utama penghargaan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kualitas.
Hal yang mendasari era kelima ini adalah konsep kualitas absolut dan zero defect yang juga disebut kualitas (total quality). Jalan satu-satunya untuk mencapai keabsolutan tersebut adalah Total Quality Control (TQC) yang didorong oleh Total Quality Management (TQM).
3.    Tujuan Pelayanan Prima
Tujuan pelayanan prima antara lain sebagai berikut:
  • Untuk memberikan pelayanan yang bermutu tinggi kepada pelanggan.
  • Untuk menimbulkan keputusan dari pihak pelanggan agar segera membeli barang/jasa yang ditawarkan pada saat itu juga.
  • Untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap pelanggan terhadap barang/jasa yang ditawarkan.
  • Untuk menghindari terjadinya tuntutan-tuntutan yang tidak perlu dikemudian hari terhadap produsen.
  • Untuk menciptakan kepercayaan dan kepuasan kepada pelanggan.
  • Untuk menjaga agar pelanggan merasa diperhatikan segala kebutuhannya.
  • Untuk mempertahankan pelanggan.
Dari tujuan pelayanan prima tersebut diatas Sebab tujuan utama dari pelayanan prima adalah untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
4.    Fungsi Pelayanan Prima
Pelayanan prima berfungsi sebagai berikut.
  • Melayani pelanggan dengan ramah, tepat, dan cepat.
  • Menciptakan suasana agar pelanggan merasa dipentingkan.
  • Menempatkan pelanggan sebagai mitra usaha.
  • Menciptakan pangsa pasar yang baik terhadap produk/jasa.
  • Memenangkan persaingan pasar.
  • Memuaskan pelanggan, agar mau berbisnis lagi dengan perusahaan.
  • Memberikan keuntungan pada perusahaan.
5.       Pengertian Pelanggan
Dalam pengertian sehari-hari pelanggan adalah orang-orang yang kegiatannya membeli dan menggunakan suatu produk, baik barang maupun jasa, secara terus menerus. Pelanggan atau pemakai suatu produk adalah orang-orang yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan-perusahaan bisnis. Adapun pihak-pihak yang berhubungan dan bernegosiasi dengan perusahaan-perusahaan bisnis sebelum tahap menghasilkan produk dinamakan pemasok.
Dilihat dari segi perbaikan kualitas, definisi pelanggan adalah setiap orang yang menuntut pemberian jasa (perusahaan) untuk memenuhi suatu standar kualitas pelayanan tertentu, sehingga dapat memberi pengaruh pada performansi (performance) pemberi jasa (perusahaan) tersebut.
Dengan kata lain, pelanggan adalah orang-orang atau pembeli yang tidak tergantung pada suatu produk, tetapi produk yang tergantung pada orang tersebut. Oleh karena pelanggan ini pembeli atau pengguna suatu produk maka harus diberi kepuasan.
Secara garis besarnya terdapat tiga jenis pelanggan, yaitu pelanggan internal, pelanggan perantara, dan pelanggan eksternal. Ketiga jenis pelanggan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
a.  Pelanggan internal
Pelanggan internal (internal costumer), adalah orang-orang atau pengguna produk yang berada di dalam perusahaan dan memiliki pengaruh terhadap maju mundurnya perusahaan.
Berdasarkan keanggotaannya, pelanggan internal ada dua macam, yaitu pelanggan internal organisasi dan pelanggan internal pemerintah.
  1. Pelanggan internal organisasi Adalah setiap orang yang terkena dampak produk dan merupakan anggoata dari organisasi yang menghasilkan produk tersebut.
  2. Pelanggan internal pemerintah Adalah setiap orang yang terkena dampak produk dan bukan anggota organisasi penghasil produk, tetapi masih dalam lingkungan atau instansi pemerintah.
b.  Pelanggan perantara       
Pelanggan perantara (intermediate costumer) adalah setiap orang yang berperan sebagai perantara produk, bukan sebagai pemakai. Komponen distributor, seperti agen-agen Koran yang memasarkan Koran, atau toko-toko buku merupakan contoh pelanggan perantara.
Misalnya Penerbit Armico Bandung memerima pesanan buku dari toko buku untuk dijual kepada siswa SMK maka dalam hal ini Penerbit Armikco bertindak sebagai pemasok, toko buku sebagai pelanggan perantara, dan siswa SMK sebagai pelanggan akhir atau pelanggan nyata (real costumer).
c.  Pelanggan eksternal
Pelanggan eksternal (external costumer), adalah setiap orang atau kelompok orang pengguna suatu produk (barang/jasa) yang dihasilkan oleh perusahaan bisnis. Pelanggan eksternal inilah yang berperan sebagai pelanggan nyata atau pelanggan akhir.




Pencarian Artikel Pelayanan Prima

artikel pelayanan prima berdasarkan sumbernya, jenis artikel pelayanan prima, karangan tentang global warming dalam bahasa inggris, artikel tentang tenaga administrasi di era global, gambar beserta kasus pelanggaran hak asasi manusia thn 2000, pengertian nasionalisme secara etimologi dan terminologi, pengertian sistem pemerintahan menurut para ahli, macam-macam tugas kuliah adalah diii dan s1, pelayanan prima, pelayanan prima aktivitas kantor tenaga administrasi di era globalisasi

Artikel terkait Artikel Pelayanan Prim

Senin, 29 Oktober 2012

part I

pernah ga membayangkan bisa bersama dengan orang yang kita cintai selamanya ? :')
melewati tiap detik bersamanya
tawa, sedih, suka, ataupun derita pun bisa terlewati berdua
yang penting bersamanya kan

tapi terkadang, angan itu mungkin tinggalah angan ..
saat sosok yang mulai melekat di hati, mulai tampak pula keaslian dirinya
munkin aku termasuk salah satu orang yang bodoh yang mengatasnamakan cinta untuk segala hal
termasuk mengenal dirinya
atau aku terlalu cepat mengambil keputusan bersanding dengannya ?

dia datang ..
bagaikan pangeran berkuda putih yang datang menyelamatkan ku
tepatnya, menyelamatkanku dari kelam nya masa lalu ku bersama dengan yang lain
kukira, dia orang yang tepat ! atau memang dialah yang tepat namun aku belum menyadarinya
dia penyembuhku
dia sodorkan hati untuk mengisi kosongnya aku
dan aku bahagia
setidaknya saat itu

but, lama kalamaan semua berubah menjadi aneh
pangeran ku yang dulu sempat memberi warna berubah
dia seakan berubah menjadi orang lain
apakah memang inilah realita cinta sesungguhnya

yang pada mulanya penuh dengan rasa bahagia lalu akan berakhir dengan luka LAGI
kenapa tak kunjung ada makna dari CINTA itu ?


hah ..
tetapi aku memilih bertahan di hatinya
entah kenapa dia
tapi aku sudah lelah untuk mencinta dan terluka
bila pada akhirnya aku harus terluka
biar aku terluka karna bertahan dan bersamanya :')

Sabtu, 13 Oktober 2012

kamu

 

hening, sunyi, senyap !
hampa rasanya !
titik titik air hujan masih menemaniku
mengiringi setiap detik nafasku

samar samar ku dengar suaramu
semakin lama, semakin nyata
sosokmu pun mulai terlihat !
aku tersenyum :) begitu pula kau

tapi, tiba tiba sosokmu mulai menghilang
aku bangkit dari lelap ku
mengejar dan terus mengejar
tapi kau tak berhenti !
hingga kau hilang di telan gelap

aku terjatuh ! rasanya ingin bangkit
tapi tak bisa !
kau telah hilang ! kau telah pergi bersama bayangmu
tanpa kupaksa, air mataku berontak
ingin jatuh dari kedua kelopak mataku
sakit ! !
rasanya ad 1000 tombak menancap di jantungku


berat rasanya !
setiap kali akan bangkit, jatuh ! bangkit, jatuh lagi !
hingga sesosok cahaya mulai tampak

aku berlari kembali
aku ingin lepas dari kegelapan ini
aku ingin melupakan sosok indah mu
aku ingin bisa memulai kisah yang baru

hingga akhirnya ..
tenang dan nyaman rasanya
aku tersadar dari tidurku
menatap dunia ku saat ini
bekas bekas peluhku masih terasa
tapi tak apalah
biarlah gelap dan dirimu hanya tersimpan dalam mimpi burukku



about PERAHU KERTAS

lagi suka banget sama film nya Perahu Kertas :)
siapa aja sih pemainnya ? :D



* kak Maudy Ayunda as Kugy




Nama Lengkap : Ayunda Faza Maudya
Tempat lahir     : Jakarta Indonesia
Tanggal Lahir   : 19 Desember 1994
Pekerjaan          : aktris
Tahun aktif       : 2006 – sekarang
Alamat Facebook: http://www.facebook.com/maudyayunda & http://www.facebook.com/maudyayunda94
Alamat Twitter : @maudyayunda
Film yang pernah dibintangi
- Untuk Rena (2006)
- Sang Pemimpi (2009)
- Tendangan dari Langit (2011)
- Perahu Kertas (2012)

* kak Adipati Dolken as Keenan


Biodata:
Nama: Adipati Koesmadji
TTL : Bandung, 19 Agustus 1991
Alamat : Taman Pondok Cabe
Warna Favorit: Hitam, putih, Merah
Hobi : Basket
Musik Favorit : Rock
Film Favorit : komedi, action
Email : adipatikoesmadjie@yahoo.com

Filmografi:
"Kepompong"
"Cinta Puteri"
"Kejora dan Bintang"
"Dia Jantung Hatiku"
"Marah dan Galak"
"Aliya" "
Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets" (2009)
"18+" (2010)
"Pocong Keliling" (2010)
"Malaikat Tanpa Sayap" (2012)
"Cahaya Gemilang"


* kak Reza Rahadian as Remi



Tanggal lahir : 05 Maret 1987
Lahir di : Jakarta, Indonesia
Zodiac : Pisces
Terkenal sejak memenangkan Piala Citra, Pemeran Pendukung Pria Terbaik lewat film "Perempuan Berkalung Sorban" (2009)

Filmografi :
Film Horor (2007)
Pulau Hantu 2 (2008)
Perempuan Berkalung Sorban (2009)
Kirun + Adul (2009)
Queen Bee (2009)
Perjaka Terakhir (2009)
Emak Ingin Naik Haji (2009)
Hari Untuk Amanda (2010)
Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)
3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010)
Love Story (2011)
Tanda Tanya (2011)
Jakarta Maghrib (2011)
The Mirror Never Lies (2011)
Hafalan Shalat Delisa (2011)
Dilema (2012)
Brokenhearths (2012)

Sinetron :
Inikah Rasanya
Culunnya Pacarku
Idola
Cinta SMU 2
Habibi dan Habibah
ABG
Isabella (sinetron)
Cewek Penakluk
Badik Titipan Ayah

* kak Elyzia Mulachela as Ludhe



Nama : Elyzia Mulachela
Kota Kelahiran : Jakarta
Tanggal Lahir : 14 September 1995

Filmografi :
1. Perahu Kertas ( 2012 )
2. Perahu Kertas 2 ( 2012 )


ini ni secuil gambar gambar saat pengambilan film " PERAHU KERTAS "

 

 

 

 

 

 

 

Nama : Elyzia Mulachela Nama Panggilan : Elyzia Kota Kelahiran : Jakarta Tanggal Lahir : 14 September 1995

dari: http://www.biodatafotoartis.info/2012/10/biodata-dan-foto-elyzia-mulachela.html#.UHolZlIl7IU
salam kenal ya :)
Biodata Elyzia Mulachela Nama : Elyzia Mulachela Nama Panggilan : Elyzia Kota Kelahiran : Jakarta Tanggal Lahir : 14 September 1995

dari: http://www.biodatafotoartis.info/2012/10/biodata-dan-foto-elyzia-mulachela.html
salam kenal ya :)
Biodata Elyzia Mulachela Nama : Elyzia Mulachela Nama Panggilan : Elyzia Kota Kelahiran : Jakarta Tanggal Lahir : 14 September 1995

dari: http://www.biodatafotoartis.info/2012/10/biodata-dan-foto-elyzia-mulachela.html
salam kenal ya :)

Cinta Lokasi

Blog pertamaku :)



CINTA LOKASI atau lebih kerennya kita sebut CINLOK ini ternyata lagi booming banget di kalangan para remaja saat ini .
apalagi bagi mereka yang berkecimpung langsung ke dalam kegiatan - kegiatan.
tapi gini temen temen, menurut kalian bisa bertahan lamakah CINTA LOKASI itu ?

ada beberapa sumber yang mengatakan : " cinta lokasi itu pasti gakkan bertahan lama. karna kita cuma lihat sisi baiknya aja pas kegiatan itu berlangsung tanpa kita tau sebelumnya tentang sifat pasangan kita ."

tapi juga ada sumber yang mengatakan : " cinta lokasi itu bisa bertahan lama kok . semua itu tergantung orangnya sendiri kan . kalo komitmen awal bisa saling menerima kekurangan masing masing pasti sampai selanjutya tetap seperti itu "


well, itu pendapat masing masing orang guys . yah .. itu lah baik buruk nya kita dalam membina suatu hubungan :)

sedikit curcol nih :D dulu admin juga pernah hlo terlibat sama yang namanya cinta lokasi. tapi entah kenapa kok tenggang waktunya itu ga bisa lama ya :D haha
bukan jodoh ya ini namanya :)
atau mungkin pada masa pendekatan yang singkat (maklum kan cinlok) masing masing dari kita hanya melihat kelebihan dari calon pasangan tanpa kita tau kekurangannya .
jadi pas ketahuan sikap yang asli, kita langsung shock dan memutuskan untuk ga melanjutkan hubungan ini.

eits, jadi keterusan curcol nih admin !
intinya, bertahan atau tidaknya sebuah hubungan entah itu lewat CINLOK atau apalah terletak pada pasangan itu sendiri. kalau mereka sama sayang pasti mereka mampu bertahan sampai kapan pun . eh, bukan hanya sayang aja ya , but pengertian, perhatian, kesetiaan  juga yang biasanya jadi permasalahan pokok dalam suatu hubungan :')